Friday, April 12, 2019

Kesedihan Pemilik Bakso Pakde Palembang Usai Difitnah Bakso Pakai Daging Tikus, Sepi Karena Fitnah

Kesedihan Pemilik Bakso Pakde Palembang Usai Difitnah Bakso Pakai Daging Tikus, Sepi Karena Fitnah
SHINTA ANGRAINI/TRIBUNSUMSEL.COM
Warung Bakso Pakde di lunjuk Jaya yang mengalami kerugian pasca diisukan bercampur dengan kulit tikus.
Beberapa waktu lalu sempat beredar kabar hoax bahwa warung bakso Sandu Rene Sandu Rono atau yang lebih dikenal dengan 'Warung Bakso Pakde' di jalan Lunjuk Jaya Bukit Lama Palembang mengandung daging tikus.
Kabar hoax itu menyebar lewat media sosial khususnya instagram. tanpa konfirmasi dan data yang jelas seorang mahasiswi diduga pertama kali mempostingnya dan terus menyebar.
Nyatanya, setelah diperiksa dan diuji langsung oleh pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) kota Palembang, tidak ditemukan sama sekali kandungan tikus di dalam bakso seperti yang dihebohkan sebelumnya.
Tribunsumsel.com lantas mendatangi warung bakso Pakde, Kamis (11/4/2019) untuk melihat bagaimana dampak dari kabar buruk yang terlanjur menyebar ke masyarakat luas tersebut.
Pemilik warung bakso, Samsudin (55) atau yang kerap disapa Pakde mengatakan, pasca pemberitaan yang menyudutkan dagangannya, omset pendapatannya turun drastis hingga mencapai 80 persen.
"Gimana nggak rugi, wong saya difitnah. Dagangan saya dibilang mengandung tikus, pastinya banyak orang yang takut untuk makan disini," ujarnya dengan logat Jawa yang masih terdengar jelas dari mulutnya.
Dari biasanya memperoleh pendapatan kotor sekitar Rp.2 juta perhari, kini Pakde hanya memperoleh pendapatan kotor kurang dari Rp.1.5 juta.
"Bahkan selama empat hari setelah fitnah itu beredar, saya jualan sama sekali nggak balik modal, alias rugi,"tegasnya dengan mata berkaca-kaca.
Dikatakannya, sekitar tiga Minggu lalu isu bakso tikus pada dagangannya beredar luas di masyarakat. Orang yang pertama kali menyebarkan berita tersebut merupakan seorang mahasiswi jurusan farmasi di salah satu universitas kota Palembang yang saat itu membeli bakso di tempatnya.
"Ceritanya, cewek itu makan bakso di sini. Terus di mangkuknya ada seperti gumpalan kulit. Tapi cewek itu nggak bilang sama saya dan langsung disembunyikannya di tisu terus di kantongi,"tuturnya.
"Setelah itu dia langsung bayar dan pergi dari sini. Nah kulit yang disembunyikan tadi, dia lihat lagi di jalan dan menyimpulkan kalau itu kulit tikus,"sambungnya.
Pakde menegaskan bahwa kulit tersebut merupakan kulit sapi yang biasa terdapat pada kuah bakso sebagai penyedap rasa.
"Lah, kan juga sudah terbukti sama orang Dinkes. Itu bukan kulit tikus, tapi kulit sapi. Lagian, bakso ini saya buat sendiri, nggak mungkin saya masukan daging tikus. Ini kan mata pencarian saya,"ucapnya.
Pakde sendiri, baru tahu bakso dagangannya diisukan mengandung daging bakso dari saudaranya yang berada di Jakarta.
"Karena saya nggak ngerti main-main hp. Jadi saya nggak tahu informasi-informasi seperti itu. Tapi memang, saat itu sudah mulai terasa, dagangan ini sepi terus,"ujarnya dengan suara lemah.
Setelah itu Pakde tak tinggal diam. Dia lantas mencari informasi keberadaan orang yang pertama kali menyebarkan isu tersebut.
"Orang itu datang, terus minta maaf. Tapi dia nggak berani kesini sendiri. Sama temannya dia nemui saya," ujarnya.
"Saya tahu cerita dia pertama kali ketemu kulit yang dikiranya kulit tikus, langsung dari orang itu,"sambungnya.
Tak sampai disitu, pihak Dinkes pun juga turun tangan dan langsung menguji kandungan bakso dagangan Pakde.
"Terbukti, hasilnya menunjukkan bakso dagangan saya aman, untuk dimakan,"ucapnya
Bahkan, pemberitaan ini juga sampai ke pihak kepolisian. Namun pakde lebih memilih untuk tidak memperpanjang permasalahannya tersebut. Dia juga mengaku sudah memaafkan perbuatan orang tersebut.
"Orang itu sekarang nggak tahu kemana. Mestinya dia membuat surat permintaan maaf ditandatangani materai. Tapi sampai sekarang nggak muncul-muncul lagi. Ya sudahlah, nggak apa-apa. Soalnya saya juga malas ribut lama-lama,"ujarnya.
Pantauan Tribunsumsel.com di lapangan, warung bakso Pakde terlihat cukup ramai. Pelanggannya yang mayoritas anak muda terlihat silih berganti mendatangi warungnya.
"Alhamdulillah, kalau sekarang mulai ramai. Berangsur-angsur langganan saya mulai datang lagi,"ucap Pakde.
Sementara itu saat dihubungi, pihak Kepala Dinas Kesehatan kota Palembang dr.Letizia M.Kes belum berkomentar terkait pemberitaan warung bakso Pakde.
"Nanti saya cek dulu,"ucapnya melalui pesan WhatsApp.
Ket foto : warung bakso Pakde di lunjuk Jaya yang mengalami kerugian pasca diisukan bercampur dengan kulit tikus

BERITA LENGKAP DI HALAMAN BERIKUTNYA

Halaman Berikutnya